Labels

Rabu, 26 Desember 2012

Bimbingan dan Konseling

A.          Pengertian Bimbingan dan Konseling

Secara etimologis, bimbingan dan konseling terdiri dari dua kata yaitu “bimbingan “ (terjemahan dari kata guidance) dan “konseling” (diadopsi dari kata counseling). Untuk memahami pengertian bimbingan dan  konseling, alangkah baiknya kita terlebih dulu memahami pengertian bimbingan dan konseling secara terpisah.
1.            Makna Bimbingan
Istilah guidance dapat diartikan sebagai bantuan atau tuntunan atau pertolongan. Berikut beberapa pengertian bimbingan secara terminologis.
Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus-menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri dan perwujudan diri, dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya (Moh. Surya, 1988:12).
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang agar mereka dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Kemandirian ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh pribadi mandiri, yaitu : (a) mengenal diri sendiri dan lingkungannya, (b) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, (c) mengambil keputusan, (d) mengarahkan diri, dan (e) mewujudkan diri (Prayitno, 1983:2 dan 1987:35).
Makna bimbingan dapat juga diketahui melalui akronim kata bimbingan sebagai berikut :
B (bantuan) I (individu) M (mandiri) B (bahan) I (interaksi) N (nasihat) G (gagasan) A (asuhan) N (norma)

Bimbingan dapat berarti bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada individu agar individu yang dibimbing mencapai kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi, dan pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana asuhan dan berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2.            Makna Konseling
Konseling (counseling) merupakan bagian dari bimbingan, baik sebagai layanan maupun teknik. Konseling merupakan inti dari alat yang paling penting dalam bimbingan. Berikut beberapa pengertian konseling secara terminologis.
Konseling merupakan relasi atau hubungan timbal balik antara dua individu (konselor dengan klien) di mana konselor berusaha membantu klien untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam hubungannya dengan masalah-masalah yang dihadapinya pada saat ini dan yang akan datang.
Konseling merupakan situasi pertemuan tatap muka antara konselor dengan klien yang berusaha memecahkan sebuah masalah dengan mempertimbangkannya bersama-sama sehingga klien dapat memecahkan masalahnya berdasarkan penentuan sendiri.
Makna konseling juga dapat dimaknai dari akronim kata konseling sebagai berikut:
K (kontak) O (orang) N (menangani) S (masalah) E (expert atau ahli) L (laras)
I (integrasi) N (norma) G (guna)

Konseling dapat berarti kontak atau hubungan timbal balik antara dua orang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi, berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien.

Berdasarkan makna bimbingan dan konseling secara terpisah di atas, dapat dirumuskan secara terintegrasi makna bimbingan dan konseling sebagai berikut :
Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan atau pertolongan yang sistematis dari pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseli mampu menerima dirinya sendiri sesuai dengan potensinya  juga  memiliki kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.

B.           Latar Belakang Adanya Bimbingan dan Konseling
Hakikat manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, manusia merupakan makhluk yang unik di mana kepribadian individu yang satu berbeda dengan individu yang lain. Manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Manusia perlu mengenal dirinya sendiri agar dapat mengoptimalkan segenap daya dan potensinya. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Namun kenyataannya tidak semua manusia mampu mengenal potensi yang mereka miliki dan mendayagunakan segala yang dimilikinya secara optimal. Manusia sering kali menghadapi masalah yang tidak dapat dipecahkan sendiri melainkan membutuhkan bantuan orang lain. Bantuan ini salah satunya adalah berupa bimbingan dan konseling. Adanya bimbingan dan konseling merupakan salah satu wujud kepekaan sosial dan bantuan manusia untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.
Pada mulanya, bimbingan dan konseling tidak diperuntukkan bagi dunia pendidikan. Tetapi, dalam perkembangannya diterapkan dalam dunia pendidikan. Dewasa ini terjadinya berbagai fenomena perilaku peserta didik seperti tawuran, degradasi moral, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan psikotropika, dan lain sebagainya, menunjukkan bahwa upaya pencapaian tujuan pendidikan melalui proses pembelajaran belum sepenuhnya memecahkan berbagai persoalan tersebut di atas. Hal ini mengindikasikan perlu adanya upaya pendekatan selain proses pembelajaran guna memecahkan berbagai masalah tersebut.
Upaya tersebut adalah melalui pendekatan bimbingan dan konseling yang dilakukan di luar situasi proses pembelajaran.  Beberapa masalah psikologis yang timbul pada  peserta didik seperti masalah perkembangan individu, masalah perbedaan individu, masalah kebutuhan individu, masalah penyesuaian diri, dan masalah belajar menuntut adanya upaya pendekatan psikologis yaitu melalui bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan memiliki kontribusi terhadap keberhasilan proses pendidikan di sekolah (Juntika, 2005).

Referensi :

Tohirin. 2007. Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta : Rajawali Pers.

Sukardi, Dewa Ketut. 2008. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.

Nur Alifah, Ana dkk. 2010. Pengertian, Latar Belakang, dan Sejarah Bimbingan dan Konseling. (http://iirmakalahtarbiyah.blogspot.com/2010/04/makalah-bp.html, diakses tanggal 16 September 2011).



0 komentar:

Poskan Komentar