Labels

Minggu, 23 Desember 2012

Tahukah kamu??

Apa sih tujuan kita belajar faktorisasi prima?

     Salah satu penerapan faktorisasi prima dalam dunia nyata adalah pengaturan kedip lampu lalu lintas di setiap persimpangan. Pengaturan ini penting agar jangan sampai lampu merah, terutama lampu hijau menyala dalam waktu yang bersamaan di keempat persimpangan jalan. Tentu kamu tahu bukan resikonya bila lampu hijau menyala bersamaan? Kemungkinan hal terburuk yang terjadi yaitu tabrakan beruntun. Jadi, dengan penerapan faktorisasi prima, lama nyala lampu merah dan hijau di semua persimpangan diatur dengan faktor yang sama dan dikalikan dengan jumlah persimpangan. Secara sederhana, misalkan lampu hijau menyala masing-masing 5 menit. Maka, pada menit ke-5 lampu hijau menyala di persimpangan 1, menit ke-10 lampu hijau akan menyala di persimpangan 2, menit ke-15 akan menyala di persimpangan 3, dan menit ke-20 akan menyala di persimpangan 4.
Catatan :
Bila lampu hijau menyala di salah satu persimpangan, maka di persimpangan lain akan menyala lampu merah.

Sumber :
 Buku Ringkasan Pelajaran dan Soal Matematika SD Lengkap / Andiek Kurniawan, S.Si & Dewi Rossalia, S.Si.

Selasa, 18 Desember 2012

Peran Guru Di Abad 21



Pendidikan tidak akan pernah hilang selama kehidupan manusia berlangsung. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang harus dididik  dan dapat dididik. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk memajukan suatu bangsa. Maka dari itu suatu bangsa perlu memiliki sistem pendidikan yang berkualitas. Apalagi saat ini kita sudah menjalani suatu masa yang dinamakan abad 21. Abad 21 ini ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat terutama teknologi informasi yang berdampak pada segala bidang. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa tatanan kehidupan yang mendunia. Keadaan ini disebut globalisasi dimana batas antar wilayah dan negara sudah tidak berarti lagi. Setiap orang mempunyai akses informasi untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di negara lain. Era globalisasi menuntut kita untuk dapat bersaing di berbagai bidang.
Dunia pendidikan juga perlu mengalami perubahan yang sama cepatnya dengan perubahan zaman. Untuk mencapai perubahan tersebut perlu adanya keinginan atau kemauan guru untuk dapat meningkatkan kemampuan, kapasitas dan kompetensi yang memadai guna mendukung perannya dalam pendidikan. Guru harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan. Kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas guru. Sebaik apapun kurikulum yang ada, tetapi bila mutu guru masih belum memadai maka pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan harapan. Maka dari itu, guru merupakan kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Sabtu, 08 Desember 2012

Pengelompokan Hewan


a.  Berdasarkan Jenis Makanannya
   1.     Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan.
    Ciri-ciri:
       v  Tidak mempunyai gigi taring.
       v  Sebagian besar giginya adalah gigi geraham. Gigi geraham berfungsi untuk mengunyah makanan.
       v  Gigi serinya tajam dan berguna untuk memotong makanan.
        Contoh : sapi, kerbau, kambing, dan lain-lain.
    Herbivora terdiri atas:
 §    Hewan pemakan biji-bijian. Contohnya ayam dan burung dara.
 §    Hewan pemakan rumput atau daun-daun tumbuhan. Contohnya   kambing, kelinci,   sapi, dan kerbau.
 §    Hewan pemakan buah-buahan. Contohnya kelelawar dan kera.
 §    Hewan pemakan madu. Contohnya kupu-kupu dan lebah.

   2.    Karnivora adalah hewan pemakan daging.
   Ciri-ciri:
      v  Mempunyai gigi taring yang berfungsi untuk mengoyak makanan.
      v  Memiliki kuku yang tajam untuk menangkap mangsa.
      v  Sisi rahang dan ujung gigi gerahamnya saling bertemu yang berfungsi untuk menyobek dan mengunyah makanan.
Contoh: harimau, singa, buaya dan lain-lain.

   3.    Omnivora adalah hewan pemakan segala (tumbuhan dan daging).
   Ciri-ciri:
   Memiliki gigi geraham, gigi seri, dan gigi taring.
   Contoh: tikus, beruang, dan lain-lain.

   4.    Insektivora adalah hewan pemakan serangga.
   Contoh: cecak, bunglon, kadal, katak, dan lain-lain.

b.  Berdasarkan Tempat Hidupnya
   1.     Hewan darat, yaitu kelompok hewan yang hidup di darat.
   Contoh: cacing, harimau, kucing, dan unta.
   2.    Hewan air, yaitu kelompok hewan yang hidup di air.
   Contoh: ikan, udang, cumi-cumi, dan lain-lain.
   3.    Hewan darat dan air, yaitu kelompok hewan yang bisa hidup di darat dan di air.
   Contoh: buaya, katak, dan lain-lain.

c.   Berdasarkan Penutup Tubuhnya
   1.     Hewan bersisik. Contoh: ikan dan ular.
   2.    Hewan berbulu. Contoh: burung.
   3.    Hewan berlendir. Contoh: cacing.
   4.    Hewan berambut. Contoh: kucing dan kera.

d.  Berdasarkan Alat Geraknya
   1.     Hewan yang bergerak menggunakan kaki. Contoh: ayam dan sapi.
   2.    Hewan yang bergerak menggunakan sayap. Contoh: burung dan kupu-kupu.
   3.    Hewan yang bergerak menggunakan perut. Contoh: ular dan bekicot.
   4.    Hewan yang bergerak menggunakan perut dan kaki. Contoh: komodo dan buaya.

e.  Berdasarkan Tulang Belakang
   1.     Vertebrata
Vertebatra adalah hewan yang mempunyai tulang belakang. Hewan vertebatra dibagi menjadi 5 filum, antara lain:
      §  Ikan (Pisces)
Contoh: ikan mas, tuna, dan lain-lain.
      §  Amfibi (Amphibia)
Contoh: katak
      §  Reptil (Reptilia)
Contoh: kadal dan buaya.
      §  Burung (Aves)
Contoh: itik, ayam, dan merpati.
      §  Hewan menyusui (Mamalia)
Contoh: sapi, kerbau, ikan paus, dan lain-lain.
   2.    Avertebatra
Avertebatra adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Contoh : cacing, cumi-cumi, ubur-ubur, dan lain-lain.


Sumber : buku Cara Cespleng Cepat Hafal Semua Materi IPA SD

Pengetahuan Provinsi di Indonesia



Nama Provinsi dan Ibu Kota
Jumlah provinsi di Indonesia ada 33. Setiap provinsi dikepalai oleh seorang gubernur.
Nama ke-33 provinsi beserta ibu kotanya ditunjukkan tabel berikut.

No
Provinsi
Ibu Kota
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
Nanggroe Aceh Darussalam
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Kepulauan Bangka Belitung
Kepulauan Riau
Dki Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Timur
Banten
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Gorontalo
Sulawesi Barat
Maluku
Maluku Barat
Papua Barat
Papua
Banda aceh
Medan
Padang
Pekanbaru
Jambi
Palembang
Bengkulu
Bandar lampung
Pangkalpinang
Tanjungpinang
Jakarta
Bandung
Semarang
Yogyakarta
Surabaya
Serang
Denpasar
Mataram
Kupang
Pontianak
Palangkaraya
Banjarmasin
Samarinda
Manado
Palu
Makassar
Kendari
Gorontalo
Mamuju
Ambon
Ternate
Manokwari
Jayapura